Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

  • buku kedua eka kurniawan
  • ciri khas eka kurniawan
    • menulis sangat hidup karena berkisa dengan membuat kita menyelaminya (alur berjalan), sertakan link
    • sedikit membingungkan diawal karena begitu banyak kisah dan melompat-lompat diawal
  • kisah tentang kuntul
  • pesan tersirat mengenai judulnya, rindu harus dibayar tuntas
    • Si ompong yang berkelahi karena rindunya kepada pelacur yang dikasihinya
  • setelah selesai membacanya, seperti yang disebutkan sebelumnya mungkin benar ini tentang kuntul, tp sebenarnya lebih dari itu
    • cerita yang dibawakan eka selalu erat dengan kehidupan sosial masyarakat bawah
    • isu sosial yang dibawa eka, ketidakadilan perlakuan yang diterima oleh perempuan, bagaimana perempuan selalu dijadika objek (tak perduli walaupun kondisnya tidak waras), dan lelaki bergerak atas keinginan kemaluannya, bukan otaknya
    • “Kenapa kau selalu bertanya kepada burungmu untuk semua hal?” tanya Mono Ompong, sekali waktu.”Kehidupan manusia ini hanyalah impian kemaluan kita. Manusia hanya menjalaninya.”Si Tokek akan mengatakan, itu filsafat.-Hal.188-189.
    • Pada akhirnya Ajo Kawir memilih untuk berhenti atas usahanya untuk berusaha membangunkan burungnya, membuat kuntulnya ngaceng, dia memilih jalan sunyi, dengan hidup tenang menjadi supir truk jawa-sumatera, tidak lagi membunuh, tidak lagi berkelahi

https://www.irsyadmuhammad.com/2019/05/review-seperti-dendam-rindu-harus-dibayar-tuntas-eka-kurniawan.html